330 Lagu Telah Terkumpul
Oslan Hussein, Gumarang, Kumbang Tjari, Teruna Ria, Elly Kasim, Erni Djohan, Nuskan Syarief, Lily Syarief, Rustam Raschani, Tiar Ramon, Syahrul Tarun Yusuf, Zainal Combo, Lily Marlene, Efrinon, Wisye Pranadewi, Zalmon, Ajis Sutan Sati, Yan Juneid, Fetty, Yan Bastian, Asben, Anas Ben, Upik Saunang, Wati Yusuf, Yen Rustam, Melati, Rosnida YS, Ujang Virgo, Amriz Arifin dll

Posted by didi on August 28, 2007 at 9:32 am
saya mau tanya, lagu minang yang berjudul “PULANGLAH UDA” SIAPA PENCIPTANYA ? menurut info lagu ini diciptakan oleh sdr Syam Tanjung sekitar tahun 1988, apakah benar demikian ? Apakah ada rekan2 yg memiliki kasetnya ? saya berniat beli kasetnya. mhn diinfo ke saya di 0813 98 111 222 atau nmr esia 021 – 99123458. thx
Posted by Bagus Galink on September 21, 2007 at 6:04 am
Assaalaamualaikum wr wb.
Saya sedang mencari Album Pop Minang Betharia Sonatha yang ada lagu : SI BUYUANG KINI LAH GADANG, ada yang bisa kasih tahu dimana bisa didapat/dibeli ? atau ada yang mau jual kesaya ? Mohon hubungi email addr saya.
Terima kasih,
Wassalam,
Bagus
Posted by munirtaher on October 5, 2007 at 2:47 pm
Ada kasus lagu Rasa Sayange yang dibajak oleh Malaysia sebagai lagu di video pariwisatanya. Lebih baik kita, lagu minangkabau, kerajinan dan sebagainya di hak patenkan.
Adapun beritanya sebagai berikut :
Rasa Sayange akan Dibawa ke Mahkamah Internasional
Konflik Lagu RI-Malaysia
Lagu Rasa Sayange diperdebatkan Indonesia dan Malaysia. Negeri jiran mengklaim lagu itu milik mereka. Bahkan, lagu asal Maluku ini dijadikan jingle kampanye pariwisata Malaysia yang bertajuk Truly Asia. Sikap Malaysia mengundang reaksi dari Menkum HAM RI Andi Mattalata dan Menbudpar Jero Wacik. Bahkan, DPRD Maluku sepakat akan membawa konflik lagu ini ke Mahkamah Internasional.
“Teman-teman di dewan setuju, kita akan adukan persoalan ini ke Mahkamah Internasional,” kata Ketua DPRD Maluku Richard Louhenapessy, Rabu (5/10). Menurutnya, lagu Rasa Sayange adalah asli produk Maluku. Hanya saja, dia mengakui, ketika lagu tersebut diciptakan, tidak disertai nama penciptanya alias no name (NN).
Richard menuturkan, lagu Rasa Sayange memiliki judul asli Sayang Kanee, yang berarti paling sayang Anda, yang asli milik Maluku. Lagu itu ternyata juga digunakan RRC untuk mengantar para turis di negeri itu. “Saya pernah ke RRC. Lagu Sayang Kanee digunakan sebagai lagu pengantar para turis. Saya juga bingung,” ungkapnya.
Gubernur Maluku juga kesal dengan sikap Malaysia. Ia akan mengumpulkan seluruh seniman dan legenda musik di Maluku. “Saya akan kumpulkan para seniman, budayawan, sekaligus mencari bukti terkait asal usul lagu ini,” kata Karel.
Kepala Taman Budaya Maluku Semy Toisutta memastikan Rasa Sayange berasal dari Maluku, bukan Melayu. “Itu sangat naif, jika Malaysia menyatakan itu lagu milik mereka. Tidak sesederhana itu,” tandas Toisutta.
Menyikapi masalah ini, Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta menyarankan Ambon, Manado, Maluku atau komunitas Melayu mencari jalan keluar dari perebutan lagu Rasa Sayange. “Semua daerah merasa memiliki lagu ini. Semua merasa sayang. Jadi lagu ini milik bangsa kan,” kata Andi Mattalatta yang menyatakan kasus Rasa Sayange merupakan pelajaran bagi Indonesia bagaimana pentingnya kepemilikan hak cipta atas aset budaya. Ia meminta pemda aktif mendaftarkan kekayaan budayanya masing-masing.
Menteri Budaya Pariwisata Jero Wacik mengimbau seluruh seniman Indonesia jika punya karya cipta yang baik, cepat mendaftarkan ke otoritas yang mengaturnya. Lagu, musik, sastra dan kerajinan Indonesia banyak yang belum didaftarkan. “Ini era globalisasi. Kalau tidak dilindungi bisa bahaya. Kalau didaftarkan, kita akan kuat secara hukum,” tukasnya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Malaysia Tengku Adnan Tengku Mansor menyatakan, Indonesia tidak bisa mengklaim kepemilikan lagu itu. “Saya tidak mengerti. Rasa Sayang adalah lagu rakyat di Kepulauan Nusantara. Jadi Indonesia tidak bisa mengklaim itu sebagai milik mereka,” ucapnya.
Hal sama disampaikan Menteri Kebudayaan dan Seni Malaysia Datuk Seri Dr Rais Yatim. Menurutnya, Indonesia menuntut Malaysia tidak realistis. Soalnya, lagu itu dianggap warisan leluhur. “Saya kira Indonesia atau pihak-pihak lain tidak bisa membuktikan siapa pengarang lagu itu,” kata Rais.
Posted by rastom on October 7, 2007 at 9:03 am
Salam hangat dari Malaysia! Aha di sini masih hangat lagi kasus Rasa Sayange Pak Munirtaher?
Kebetulan saya sedang mencari cari lagu kesukaan saya (pop Minang) 60′an. WAh…sudah saya temui Baju Kuruang..tapi liriknya agak singkat.
Posted by M.Faizal on November 27, 2007 at 4:25 am
Assalaualaikum/salam sejahtera
Saya dari malaysia, ingin tahu tajuk lagu minang dan penyanyinya .Liriknya lebih kurang seperti di bawah.saya dah cari tapi masih tak jumpa.
” Oh mandeh jan managih juo, denai ka paie indak ka lamo, mancubo hiduik di rantau urang,………(tak ingat)
Oh mandeh tolong jo doa, denai kan paie hanyolah laie.kok larek denai di rantau urang….
lagu lain-
penyanyi ni ada menyanyikan lagu2 asal org lain seperti, lagu Kampuang den jauh di mato , nasib kabau padati dan hujan lah turun pulo (personaliti penyanyi yg saya ingat ketika membeli kasetnya di medan dulu tahun 1992(pakai baju koboi)lelaki.(yg pasti bukan Tiar Ramon)
kalau tahu dan ada koleksi MP3, boleh hantarkan kepada saya melalui mail .
muhammadfaizal@time.net.my
atau
izz8384@lycos.com.my
Jutaan terima kasih,
Posted by Fadli on November 29, 2007 at 12:03 pm
Adakah perantau yang bisa membantu bapak Faizal ini?
Posted by dIan PeWe on February 5, 2008 at 4:23 pm
ass..
saya mau nanya lirik lagu “alek rang mudo”.
kok gak ada ya? saya juga kurang tahu pasti judulnya
liriknya sedikit yang tahu..
“..alek rang mudo.. rang mudo ..
.bamacam-macam gayanyo..”
yang syairnya seperti itu ada yang tahu gak?
tolong ya..
makasih ..
Posted by monoxs on February 12, 2008 at 2:21 am
Buat Bapak M. FAIZAL
Lirik lagu ini yang bapak tanyakan kan
================================================
M.Faizal November 27, 2007 at 4:25 am
Assalaualaikum/salam sejahtera
Saya dari malaysia, ingin tahu tajuk lagu minang dan penyanyinya .Liriknya lebih kurang seperti di bawah.saya dah cari tapi masih tak jumpa.
” Oh mandeh jan managih juo, denai ka paie indak ka lamo, mancubo hiduik di rantau urang,………(tak ingat)
Oh mandeh tolong jo doa, denai kan paie hanyolah laie.kok larek denai di rantau urang….
======================================
Judul lagunya Antaro Merak jo Bakauheni Penyanyi nyo kalau ndak salah ucok sumbara
Posted by monoxs on February 12, 2008 at 2:21 am
salam dari monoxs Ladiang
dari kalimantan
Posted by darwis on February 20, 2008 at 5:12 am
saya cari lagu lama yang lirik awalnya demikian “pupuik sarunai lah manyarunai onde lah sansai …..?ada yang bisa bantu
Posted by Azhari Boerhan on February 22, 2008 at 8:47 am
Untuk Darwis,
Judulnya Pupuik Sarunai atau Sarunai Aceh. Kalau alun ado disiko nanti ambo usahokan mancarikan liriknyo. Wassalam
Posted by Fadli on February 22, 2008 at 8:51 am
Link lagunya ada diatas, atau kalau kesulitan menemukan silahkan klik
http://laguminanglamo.wordpress.com/2007/07/30/sarunai-aceh/
Posted by darwis on February 27, 2008 at 9:51 am
tarimo kasih uda azhari boerhan saya udah dapet liriknya cuma memang samar samar waktu dulu pernah denger itu lagu jadi ndak jaleh bana bagimana menyanyikannya sekali lagi terima kasih
Posted by zafrul on March 5, 2008 at 2:51 am
assalamualaikum wrt..
saya selalu dengar ‘angguik-angguik si pukuik’ tapi bila dicari tajuk lagi tidak jumpa.. adakah ia lagu atau bukan..?
terima kasih..
Posted by Darwas on March 29, 2008 at 5:30 am
Fadli! Dunsanak kito dIan PeWe tgl 5 Februari 2008 mamintak lagu. agak ati inyiak nan dimintaknyo mungkin lagu yg di populerkan kembali dek Betharia , cubo Fadli konfirmasikan.
ALEK NAK MUDO Nuskan/Betharia Sonata
Alek nak mudo
Nak mudo di jaman kini
Babagai-bagai ulahnyo
Baitu caronyo kini2x
Aleknyo rami
Sarami urang nan tibo
Badansa nan banyanyi
Baitu caronyo kini2x
Nan Bagitar jo bagandang
Sarato anguak jo goyang
Nan manari bapasangan
Sarato gadih jo bujang
Baitu alek nak mudo
Jaman kamajuan
Aleknyo sajak dari malam
Sampai parak siang
Posted by Fadli on March 31, 2008 at 4:54 am
Lah ambo update Nyiak di link dibawah ko
http://laguminanglamo.wordpress.com/2008/03/14/alek-nak-mudo/
Posted by Azhari Boerhan on April 10, 2008 at 9:55 am
Assalamualaikum ww.
1.
Mungkin ada yang tahu lirik lagu “Mandeh” yang dibawakan oleh Harvey Malaiholo, yang juga sekaligus pemenang lomba cipta lagu Minang tahun 80an.
Ibo-ibo hati den mandeh…
Takana untuang tabayang kampuang
…………
…………..
…..
Pandang ombak baguluang
Lieklah awan nan bararak patang
disinan den mambayang…..
tolong mandeh katokan….
nantikan denai musim kadatang
dst…
2.
Satu lagu lagi yang juga tahun 80an yang bercerita tentang bencana di Tanah Minang yang berjudul “Bancano di Khatulistiwa (?)” atau “Bancano di Tanah Pusako” (?)
Dangalah rang Minang
Danga jo simak tolong juo ranuangkan
Apo nan lah tajadi…… musibah siliah baganti
……
Reff.
Batang aia lupo jo hulunyo
Lautan lupo jo muaro
Kok bumi lah lupo jo rimbo
Erosi dimano-mano
dst…
Tolong kalau ada sanak yang hafal liriknyo, mohon bantuannya.
Tarimo kasih, wassalam.
Azhari
Posted by M. Fahmi on April 10, 2008 at 10:05 am
To: Angku Fadli
Kalau ka manambah lagu baru, nan alun ado di indeks baa caronyo ? Apa ma-reply di indeks lagu ko sajo ?
Posted by Fadli on April 10, 2008 at 10:12 am
Pak Fahmi, bisa pakai halaman “Kontribusi Anda”
Berikut linknya :
http://laguminanglamo.wordpress.com/kontribusi-anda/
Halaman ini adalah versi kedua, halaman sebelumnya telah “penuh” sehingga agak susah di load.
Kontribusi-kontribusi dihalaman sebelumnya ada di link ini
http://laguminanglamo.wordpress.com/about/undangan-berkontribusi/